PROGRAM AKSI GURU DALAM PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI  ANAK USIA SEKOLAH DAN REMAJA

PROGRAM AKSI GURU DALAM PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI ANAK USIA SEKOLAH DAN REMAJA

Bogor. Indonesia menerapkan pendidikan kesehatan reproduksi di sekolah yang merupakan bagian dari usaha kesehatan sekolah (UKS). Untuk itu, Kementerian Kesehatan RI dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan dukungan UNFPA (United Nations Fund for Population Activities) melakukan program pendidikan kesehatan reproduksi.

Sebagai bentuk peran serta PPPPTK Penjas dan BK, tanggal 4 Februari 2020 menerima kunjungan dari Direktorat Kesehatan Keluarga, Kementerian Kesehatan yang dipimpin oleh dr. Irwan Panca. Kunjungan ini bertujuan untuk mensosialisasikan program aksi guru dalam pendidikan kesehatan reproduksi anak usia sekolah dan remaja. Selain itu juga untuk bekerja sama dalam merevisi modul untuk jenjang SD dan SMP yang telah dibuat 2019. 

Modul ini tidak hanya berisi materi Kesehatan Reproduksi (pertumbuhan dan perkembangan, masalah kesehatan, reproduksi, kekerasan, NAZPA) namun juga berisi materi Pendidikan Keterampilaan Hidup Sehat (PKHS) yang berisi keterampilan psikososial yang perlu dikuasai oleh remaja untuk menghadapi pengaruh lingkungan sekitar.  Tim ini diterima oleh Kepala PPPPTK Penjas dan BK didampingi oleh para Widyiswara Penjas dan BK dan fungsional dokter.***(TU dan RT)

Leave a Comment