MENGENAL BERAKTIVITAS FISIK

Oleh : Hardiyanto, M.Pd

Widyaiswara PPPPTK Penjas dan BK

 

Masyarakat perlu memahami seberapa banyak dan jenis aktivitas fisik apa yang membuat mereka lebih sehat, bugar dan bahagia. Masyarakat juga perlu mengetahui bagaimana untuk memulai dan bagaimana aktivitas fisik mereka. Aktivitas fisik itu akan menjadi penting apabila masyakat Indonesia mengetahui kejadian di sekitar kita bahwa obesitas, kecacatan atau penyakit akibat gaya hidup, yang salah satu faktor terpentingnya adalah kurang bergerak atau kurang melakukan aktivitas fisik.

Kita juga perlu menciptakan lingkungan yang positif bagi masyarakat dimana aktivitas fisik dapat dilakukan dengan aman, terjangkau, murah, meriah, menarik, menyenangkan dan tentunya bermanfaat. Oleh karena itu diperlukan kerjasama dari semua pihak baik berupa kebijakan pemerintah, organisasi-organisasi olahraga ataupun organisasi masyarakat untuk mengubah kebiasaan hidup berolah raga dalam kehidupan bermasyarakat.

Aktivitas fisik tidak perlu dilakukan terlalu berat untuk mencapai manfaat kesehatan.

World Health Organization (WHO) mendefinisikan aktivitas fisik sebagai setiap gerakan tubuh yang dihasilkan oleh otot rangka yang membutuhkan pengeluaran energi – termasuk aktivitas yang dilakukan saat bekerja, bermain, melakukan pekerjaan rumah tangga, bepergian, dan melakukan kegiatan rekreasi.

Istilah “aktivitas fisik” tidak boleh disamakan dengan “olahraga”, yang merupakan sub kategori aktivitas fisik yang direncanakan, terstruktur, berulang, dan bertujuan untuk meningkatkan atau mempertahankan satu atau lebih komponen kebugaran fisik. Selain olahraga, aktivitas fisik apa pun yang dilakukan selama waktu senggang, untuk menuju dari satu tempat ke tempat yang lain, atau sebagai bagian keseharian dari pekerjaan seseorang, akan memiliki manfaat kesehatan.

Pria dan wanita dari semua usia mendapatkan manfaat yang sama dari sejumlah aktivitas fisik yang dilakukan dalam sesi yang lebih lama atau aktivitas yang dilakukan dengan intensitas sedang (seperti berjalan cepat selama 30 menit) atau seperti sesi lebih pendek dalam aktivitas dengan intensitas lebih berat (seperti 15-20 menit)

< Selengkapnya >

Leave a Comment