PELATIHAN PENGEMBANGAN  MODEL LAYANAN BK BERBASIS TIK

PELATIHAN PENGEMBANGAN MODEL LAYANAN BK BERBASIS TIK

Bogor, Kepala Pusat (Kapus) Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Pendidkan Jasmani dan Bimbingan dan Konseling Dr. Yaswardi, M.Si membuka kegiatan Pelatihan Pengembangan Model Layanan Bimbingan Konseling berbasis Teknologi Informasi Dan Komunikasi (TIK) dengan Menggunakan Whiteboard Animation pada tanggal 19 Mei 2020  melalui aplikasi zoom.

Kegiatan ini diikuti oleh 40 guru BK dari jenjang SMP dan SMA, dilaksanakan secara daring penuh atau full online dengan pola In-On-In tanggal 19, 20, 26, 27, 28 Mei 2020. Tujuan kegiatan Pengembangan Model Layanan Bimbingan Konseling berbasis TIK dengan menggunakan Whiteboard Animation adalah  agar seluruh Guru Bimbingan Konseling atau Konselor dapat merancang dan mengembangkan media Whiteboard Animation yang akan digunakan dalam pelayanan konseling di sekolah masing-masing

Pembukaan kegiatan diawali dengan materi Arah kebijakan Kementerian, Ditjen GTK dan P4TK Penjas dan BK oleh Kapus PPPPTK Penjas dan BK melalui tatap muka online/video conference (vicon), dilanjutkan dengan pemberian materi umum sebagai landasan dan filosofi teknologi yang dipergunakan dalam pendidikan, interaksi antara narasumber dan peserta dilakukan secara langsung dalam satu waktu (sinkronus) sebagai bekal pengetahuan yang harus dimiliki oleh peserta melakukan belajar dan bekerja secara mandiri, dengan menekankan alur proses pembelajaran mandiri terbimbing yang terbagi ke dalam dua materi pokok yaitu Penulisan Naskah atau Storyline dan praktik pembuatan whiteboard animation.

Tahapan yang akan dilalui peserta kegiatan yaitu :

  1. In Service Learning 1 (In 1)

para peserta dibekali materi terlebih dahulu dan langkah-langkah secara terperinci dan jelas dalam pembuatan naskah atau story line dan pembuatan whiteboard animation berlandaskan kaidah-kaidah keilmuan teknologi pembelajaran serta memenuhi konsep layanan bimbingan konseling yang terintegrasi menjadi satu kesatuan utuh di dalam pelaksanaan kegiatan . Selanjutnya pada masa In 1 peserta mempraktikan dengan cara belajar mandiri terbimbing, artinya para peserta belajar dan bekerja secara mandiri dengan bimbingan online oleh para narasumber bidang teknologi pembelajaran, substansi bimbingan konseling serta pengembang teknologi pembelajaran. In Service Learning 1 ini lebih menekankan pada aktivitas interaksi baik menggunakan media vicon maupun aplikasi pembelajaran (kelas maya), jadi peserta selama belajar dan bekerja secara mandiri dapat berinteraksi secara langsung (sinkronus). Interaksi dengan menggunakan vicon dan aplikasi pembelajaran dilakukan   secara terjadwal, sehingga diharapkan peserta dapat belajar dan bekerja mandiri tanpa mengalami kendala baik kendala pada pemahaman konsep dan teori maupun pada saat bekerja mandiri.

  1. On The Job Learning (OJL)

Selama kegiatan OJL peserta dituntut untuk dapat menyelesaikan seluruh tugas yang diberikan oleh para narasumber dengan jadwal yang telah ditentukan, hal ini menandakan meskipun pelatihan ini dilakukan dengan menggunakan moda daring penuh atau full online, kualitas yang dihasilkan dalam pelatihan ini tetap terjaga sehingga peningkatan kompetensi guru bimbingan konseling dalam memberikan layanan bimbingan berbasis teknologi informasi secara komprehensif dan dapat dipertanggungjawabkan. 

  1. In Service Learning 2 (In 2)

Setelah peserta menyelesaikan seluruh tugas yang diberikan oleh para narasumber secara terjadwal pada tahap OJL, selanjutnya mereka mempresentasikan hasil pekerjaan pada kegiatan In 2. Kegiatan ini dilaksanakan menggunakan media vicon dan hasil tugas mereka dinilai oleh masing-masing narasumber sesuai dengan bidang keahliannya.

Peserta yang telah mengikuti kegiatan pengembangan model layanan Bimbingan Konseling berbasis TIK dengan menggunakan Whiteboard Animation dan memperoleh predikat minimal BAIK akan mendapatkan sertifikat yang ditandatangani oleh Kepala P4TK Penjas dan BK. Bagi peserta yang tidak memenuhi predikat BAIK akan memperoleh Surat Keterangan. Di akhir paparannya , Yaswardi berpesan bahwa  hendaknya guru Bimbingan dan Konseling senantiasa meningkatkan keprofesionalitasan,  tetap menjalankan program-program MGBK secara maksimal dan mengikuti seluruh kegiatan ini sampai tuntas . *** TURT

9 thoughts on “PELATIHAN PENGEMBANGAN MODEL LAYANAN BK BERBASIS TIK”

    • Kegiatan yang sangat bagus untuk mengembangkan wawasan guru BK, tapi sangat disayangkan Pelaksanaan kegiatan sangat tertutup, hanya orang tertentu bisa daftar.

Leave a Comment